Sidang Ministri Firman

03/01/2023

Scripture reading: 1 Korintus 14

  • Berbahasa lidah, mengacu kepada setiap pembicaraan yang tidak berarti, yang menghabiskan waktu orang saja. 
  • Bertutur sabda, haruslah membicarakan Allah, berbicara bagi Allah, dan membicarakan Allah ke dalam manusia.

Sidang ministri firman dalam gereja

  • Jangan berdebat mengenai pelaksanaannya karena ini hanya praktik (tidak paten). Misalnya mengenai berapa lama waktunya, lalu siapa-siapa saja yang berbicara.
  • Jangan merevolusi. Kita yang muda perlu naungan dahan-dahan tua.
  • Jangan jatuh di perkara aktivitas luaran. Seperti topeng monyet yang sedang pertunjukan; saat kembali, tampaklah kita hanya 'monyet'. Bukan jadi atraksi, tapi penghidupan. Apakah penghidupan? Menyeru, doa baca, baca Alkitab, Injil, berfungsi, semua ini penghidupan. Inilah tujuan pelatihan kita, organik.
  • Catatan: Kita tidak perlu mempertahankan sidang pemberitaan di hari Minggu, karen sifatnya bukanlah sidang gereja seperti sidang doa.
  • Idealnya bukanlah satu orang berbicara seluruh waktu, tapi setiap kaum beriman berbagian dengan waktu yang singkat per orang. Tidak satu orang jadi pastur/pendeta one-man speech.
  • Ini tidak sama dengan sermon atau khotbah. Semua anggota haruslah berfungsi, karena kita semua adalah imamat-imamat universal (1 Pet. 2:9). Pengaturan tidak boleh mengambil alih aspek organik dari sidang, yang seharusnya memimpin dalam sidang adalah Roh Kudus.

Yang lebih berpengaruh dalam hidup gereja bukanlah eloquence-mu melainkan dengan orangnya kita, tangannya kita. Perlu banyak interaksi. Namun, tetap perlu pendalaman firman yang baik, perlu mengolah makanan dengan baik. Siapkan makanan terbaik, tersehat, untuk seisi rumah kita. Maksudnya, harus mempersiapkan tutur sabda dengan baik, jangan sembarangan.

Siapakah minister firman?

  • Semua orang, tidak ada kaum paderi. Sifat bangsa-bangsa adalah menokohkan seseorang menjadi pemimpin. Seharusnya dalam gereja tidak ada tokoh, tidak ada dominasi.
  • Pemulihan Tuhan bukan milik Saudara Nee atau Lee, tapi milik Tuhan. Mereka hanyalah karunia-karunia yang unggul. Tanpa kita, mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan (Ibrani 11:40).
  • Saudara Lee, "Pergilah, beritakan firman Tuhan, lupakan siapa Saudara Lee itu."
Share
© 2024 Bonbon's Diaries, All rights reserved.
Powered by Webnode
Create your website for free! This website was made with Webnode. Create your own for free today! Get started