Kristus hayat kita

02/08/2023

Scripture reading: Kolose 3:1-4

Jantung wahyu ilahi salah satunya adalah kitab Kolose. Paulus mendengar tentang Kolose tidak secara langsung tetapi melalui Epafroditus. Latar belakang kitab ini: Kolose sangat dipengaruhi oleh budaya, padahal Kristus adalah segala dan di dalam segala sesuatu. Perlu memikul salib karena semua budaya adalah mitos, harapan yang disusupi ajaran lain. Tidak ada lagi budaya. Gereja tidak diikat dengan suku bangsa atau kebudayaan manapun. Kolose juga sangat dipengaruhi oleh filsafat, contohnya ajaran Gnostik. Juga kesalahpahaman terhadap persona dan pekerjaan Kristus menyusupi gereja di Kolose. Selain itu ada pula agama Yahudi yang munafik. Ditambah lagi penghidupan sehari-hari yang tidak mempedulikan kerohanian, contohnya perceraian, kekerasan.

Hal ini membuat Rasul Paulus menyajikan kepada gereja di Kolose: Kristus sebagai hayat kita. Dalam Alkitab Terjemahan Lama, kata hayat ini sangat populer. Hayat adalah apa adanya Allah. Roh Kudus adalah persona apa adanya Allah yang tidak berubah. Namun saat berhubungan dengan manusia, Dia adalah hayat. Untuk pertumbuhan dan kematangan, bukan hanya perlu Roh Kudus, tetapi perlu hayat. Rasul Paulus tidak memberi mereka anjuran, tetapi menyajikan Kristus sebagai hayat. Alami Dia secara meluas (dari roh ke jiwa ke tubuh) dan secara subjektif (perasaan hayat, persekutuan hayat).

Kalau kita tidak melalui kebangkitan, alamiah belaka, maka kita tidak layak, tidak berguna, karena hayat ini adalah hayat yang tersalib, bangkit, tersembunyi di dalam Allah. Setelah Tuhan melakukan pelayanan, Dia pasti menyingkir ke tempat terpencil untuk berdoa. Kalau kita bisa mengalami demikian, kita akan mengalami Kristus sebagai hayat kita. 

Kedudukan kita tersembunyi di dalam Kristus, Kristus yang di surga, duduk di sebelah kanan Allah. Harus ada dignity di dalam kita saat memberitakan Injil. Pengalaman praktis kita adalah tunduk (dimatikan, tetapi diberkati) dengan Kristus yang bertakhta di dalam. Maka tidak ada kebanggaan apa-apa, tidak ada pembenaran diri.

© 2024 Bonbon's Diaries, All rights reserved.
Powered by Webnode
Create your website for free! This website was made with Webnode. Create your own for free today! Get started